Jadi begini mommy, kemampuan anak memang berbeda-beda, namun yang lebih penting dalam aktivitas menulis adalah kesiapan. Mengapa anak belum bisa menulis? Ya karena organ-organnya masih belum siap untuk menulis. Aktivitas menulis bukan aktivitas yang sifatnya singkat. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk si kecil bisa menulis. Kadang mommy berpikir, "Ih menulis aja kok susah sih?!". Bagi mommy sekalian, menulis memang mudah, semudah membuat goresan bulan sabit di atas mata. Namun, jangan lupa bahwa menulis adalah hal baru untuk si kecil, kalau gagal itu wajar.
Menulis adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan visual motorik yang baik. Kegagalan si kecil dalam belajar menulis selain diakibatkan oleh ketidaksiapan, bisa juga karena kurangnya stimulasi dan metode menulis yang salah. Bila di sekolah kegiatan stimulasi menulis minim dilakukan, maka mommy bisa melakukannya di rumah sendiri tanpa harus berkonfrontasi dengan si kecil.
Ada beberapa mainan edukasi yang dapat membantu proses stimulasi si kecil dalam belajar menulis:
![]() |
| Meronce |
Kegiatan meronce membantu melatih jari-jari si kecil yang masih kaku untuk terbiasa menelungkup dan bergerak dengan dinamis.
![]() |
| Menjahit |
![]() |
| Papan maze |
![]() |
| Magnetic maze |
![]() |
| Tracing |
![]() |
| Menjepit |
Selain mainan edukasi yang telah kita kupas di atas, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan mommy di rumah untuk membantu si kecil belajar menulis., mewarnai, mencocok, menjepit, melipat kertas (origami), playdoh, dan lain sebagainya.
Selamat mencoba.












































