Minggu, 29 Januari 2017

Mainan Edukasi Untuk Stimulasi Menulis

Keresahan mommy akan kemampuan menulis si kecil akhir-akhir ini mungkin setara dengan naiknya harga cabai setan. Bagaimana tidak, bila tiap pulang sekolah disuguhi catatan dari ibu guru, "rapikan lagi ya tulisannya!" atau "latihan menulis di rumah ya!" yang diikuti selembar halaman PR menulis angka 1. Sampai di rumah, berbagai upaya dilakukan untuk mengajari si kecil menulis dan mengerjakan PR dari sekolah, mulai dari memegangi tangan si kecil untuk memegang pensil dan membantu menggerakkannya, sampai perang dunia dengan si kecil yang berakhir dengan ledakan tangis. Frustasi banget kan? 

Jadi begini mommy, kemampuan anak memang berbeda-beda, namun yang lebih penting dalam aktivitas menulis adalah kesiapan. Mengapa anak belum bisa menulis? Ya karena organ-organnya masih belum siap untuk menulis. Aktivitas menulis bukan aktivitas yang sifatnya singkat. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk si kecil bisa menulis. Kadang mommy berpikir, "Ih menulis aja kok susah sih?!". Bagi mommy sekalian, menulis memang mudah, semudah membuat goresan bulan sabit di atas mata. Namun, jangan lupa bahwa menulis adalah hal baru untuk si kecil, kalau gagal itu wajar.

Menulis adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan visual motorik yang baik. Kegagalan si kecil dalam belajar menulis selain diakibatkan oleh ketidaksiapan, bisa juga karena kurangnya stimulasi dan metode menulis yang salah. Bila di sekolah kegiatan stimulasi menulis minim dilakukan, maka mommy bisa melakukannya di rumah sendiri tanpa harus berkonfrontasi dengan si kecil. 

Ada beberapa mainan edukasi yang dapat membantu proses stimulasi si kecil dalam belajar menulis:

Meronce
 Meronce selain membantu meningkatkan konsentrasi juga mengembangkan kemampuan visual motorik anak. Meronce bisa diawali dengan lubang yang besar, misalnya memasukkan karet gelang ke tali. Setelah si kecil dapat melakukan dengan baik, tingkatkan dengan meronce dengan lubang sedang dan tali dengan ujung kaku (biasanya diplester dengan solatip). Selanjutnya, bila si kecil mulai mahir, ganti manik dengan lubang kecil dan tali yang sama (ujung kaku). Terakhir, meronce dengan lubang kecil dan tali yang lemas seperti gambar di atas.

Kegiatan meronce membantu melatih jari-jari si kecil yang masih kaku untuk terbiasa menelungkup dan bergerak dengan dinamis.

Menjahit
Menjahit. Sama halnya dengan meronce, menjahit bisa jadi aktivitas selingan meronce lubang kecil. Bila meronce menggunakan manik, maka menjahit seperti gambar di atas menggunakan papan. Bila kesulitan menemukan alat seperti gambar, mommy bisa membuatnya sendiri dengan kartas karton tebal yang dilubangi. Mommy juga bisa berkreasi dengan membuat obyek-obyek yang sedang di gemari anak.

Papan maze
Papan maze membantu si kecil membiasakan diri dengan pola garis lurus, melingkar, gelombang, dan lain sebagainya. Cara menggunakannya cukup mudah, si kecil tinggal membawa kenop warna-warni menuju ujung pola. Kegiatan menyusuri papan maze merupakan simulasi menulis dengan pensil karena si kecil memegang kenop sembari menggerakkan tangannya menyusuri pola.

Magnetic maze
Magnetic maze. Bila si kecil sudah lancar menyusuri papan maze, alihkan kegiatan menggunakan magnetic maze seperti gambar di atas. Ada banyak magnetic maze, untuk pemula, pilihlah maze yang sederhana. Cara penggunaanya sama seperti papan maze, hanya saja stik magnet yang digunakan untuk menggiring bola-bola di dalamnya sudah menyerupai pensil. Magnetic maze membantu si kecil mengembangkan motorik halusnya dan konsentrasi. Mintalah si kecil untuk mengumpulkan bola-bola di tengah.

Tracing 
Tracing. Setelah si kecil menguasai materi-materi di atas, mommy bisa mulai mengajak si kecil untuk menggunakan spidol besar dan mengajaknya membuat pola-pola di atas pada kertas. Mengapa spidol beras? Sebab anak lebih mudah untuk menggenggam. Bila sudah menulis dengan pensil, gunakan pensil triangular.


Menjepit
Selain mainan edukasi yang telah kita kupas di atas, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan mommy di rumah untuk membantu si kecil belajar menulis., mewarnai, mencocok, menjepit, melipat kertas (origami), playdoh, dan lain sebagainya.

Selamat mencoba.


Minggu, 04 Desember 2016

Seri Aku Anak Hebat: Islam yang Universal


Seri Aku Anak Hebat:
1. Aku Bilang Assalamu'alaikum
2. Aku Bilang Tolong
3. Aku Bilang Bismillah
4. Aku Bilang Alhamdulillah
5. Aku Bilang Terima Kasih
6. Aku Bilang Masya Allah
7. Aku Bilang Permisi
8. Aku Bilang Maaf
Media: Hard cover
Usia: 1+
Apa yang diharapkan dari anak usia satu tahun ketika memegang buku? Kemampuan berbicara pun masih dalam tahap mengoceh. Seri Aku Anak Hebat memang berlabel 1+ karena tampilannya yang hard cover dan cukup besar, tetapi buku ini direkomendasikan untuk balita 2+. Isinya tentang belajar perilaku sosial yang ada di kehidupan sehari-hari disertai ilustrasi kejadian di mana ungkapan-ungkapan tersebut digunakan. Nilai-nilai Islami diusung dengan cara yang sangat universal. Tak hanya ungkapan 'assalamu'alaikum', 'bismillah', 'alhamdulillah', tetapi juga ada 'tolong', 'maaf', dan 'permisi'.
Kisahnya cukup kocak untuk disimak dengan polah tokoh utamanya Nabil dan Naura, kakak beradik yang suka bermain bersama. 
Untuk pembelian bisa hubungi 081 225 830 640 (WA/sms/telp)

Seri Kenali Aku: Peduli Lingkungan Sekitar dengan Mengenali Binatang Peliharaan


Seri Kenali Aku:
1. Kucingku
2. Anjingku
3. Kelinciku
4. Ayam Kecilku
Media: Hard cover
Usia: 2+
Seri Kenali Aku terdiri dari 4 buku yang masing-masing isinya merupakan pengenalan binatang-binatang peiharaan yang umum di sekitar rumah; kucing, anjing, kelinci, dan ayam. Lebih banyak didominasi gambar daripada kalimat. Cerita yang disajikan merupakan cerita sederhana tentang binatang yang dimaksud beserta ciri tingkah lakunya. Sembari mendongengkan, orangtua bisa berinteraksi dengan balita sambil menirukan suara binatang yang dimaksud. 
Meski ceritanya singkat, namun buku ini cocok juga untuk anak-anak yang masuk kelas 1 SD untuk latihan membaca.
Untuk pembelian bisa hubungi 081 225 830 640 (WA/sms/telp)

Lift a Flap Winnie The Pooh: Belajar Baca Tanpa Bosan


Seri Lift a flap Winnie The Pooh:
1. Berkebun
2. Hari yang Panas
3. Ulang Tahun Piglet
4. Melukis Bersama
Media: Hard cover
Usia: 5+
Seri Lift a Flap Winnie The Pooh ini berisi cerita-cerita pendek Pooh dan kawan-kawannya. Terdiri dari 10 halaman tiap serinya dan dilengkapi dengan bagian yang bisa dibuka dan ditutup. Meskipun medianya hard cover dan cocok untuk balita, sebetulnya buku ini tidak dikhususkan untuk balita saja mengingat struktur kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya. Direkomendasikan untuk anak-anak usia 6+ yang sedang belajar membaca. 
Usia 3-5: Kisahnya dapat digunakan sebagai media dongeng sembari meningkatkan daya ingat balita dengan memainkan bagian gambar yang bisa dibuka dan ditutup.
Usia 6+: Belajar membaca dengan kalimat yang lebih komplek, lebih menyenangkan karena tak hanya rentetan kalimat yang digunakan namun ada beberapa bagian kata yang disimbolkan dengan gambar.

Untuk pembelian bisa hubungi 081 225 830 640 (WA/sms/telp)

Rabu, 16 November 2016

Tips Membacakan Buku Untuk Si Kecil

Gambar diambil dari sini

When you open a book with your children, you are opening the world for them.

  1. Bacakan buku untuk anak, sesering mungkin. Mommy bisa melakukannya ketika mereka hendak tidur.
  2. Saat Mommy sedang membacakan, mintalah anak untuk menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk kata mana yang sedang dibaca. Bila si anak belum bisa membaca, maka Mommy yang melakukannya.
  3. Berhentilah sejenak dan Mommy bisa bertanya tentang hal-hal yang menyangkut bacaan, seperti: "Apa sih yang sedang terjadi?", "Apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya?", apa yang ditangkap anak jika ada gambar.
  4. Beri anak clue atau tanyakan apakah ada kata-kata yang mereka tidak paham. Pada tahap ini dapat memperkaya kosa katanya.
  5. Mommy dapat membaca buku dengan jenis yang berbeda-beda; fiksi, non fiksi, puisi, dsb.
  6. Mungkin banyak Mommy yang mengeluh, "Anak saya maunya bacaan yang itu-itu aja. Apa nggak masalah?". It's ok, tidak masalah, poin pentingnya adalah membuat anak tertarik pada buku dan menikmati ketika dibacakan oleh Mommy atau Daddynya. Hal itu dapat meningkatkan memorinya, dan bila ia dapat menceritakan kembali maka akan membangun kepercayaan dirinya untuk menyampaikan gagasan.
  7. Biarkan anak-anak melihat cara Mommy membaca.
  8. Pergi ke perpus/toko buku bersama (bila memungkinkan)
  9. Berikan buku-buku yang menarik minatnya, sesuaikan dengan usianya. Komik tidak selalu buruk untuk dibaca. Singkirkan anggapan "Komik membuat anak bodoh".
  10. Letakkan buku, koran, majalah di sekitar rumah.
  11. Bila bosan membaca dalam bentuk "buku", Mommy dapat menggunakan aplikasi pada gawai ya. Tapi jangan sering-sering (kecuali buku fisik sudah tidak diproduksi lagi)
  12. Jangan serius-serius, jadikan waktu membaca jadi suasana yang rilek.
Selamat mencoba tipsnya <3

Selasa, 15 November 2016

Manfaat Membacakan Cerita Untuk Balita

Gambar diambil dari sini

Seberapa pentingkah membacakan buku untuk anak-anak kita yang masih balita? Para mommy yang hot dan bersemangat, ternyata banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari membacakan buku untuk balita-balita kita yang sedang tumbuh lho. Yuk kita simak!

  1. Bikin hubungan antara ortu dan anak lebih kuat. Membacakan buku/cerita bisa dijadikan alternatif 'cuddling time' yang murah. Pergi ke mall atau piknik memang perlu sesekali, tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit. Saat kantong sedang tipis, kebersamaan dengan para balita bisa disiasati dengan aktivitas membaca buku di atas sofa atau kasur yang empuk. Bisa juga dilakukan di dalam tenda atau kolong tempat tidur untuk menciptakan suasana petualangan yang mengasyikkan. Kegiatan semacam ini mungkin akan membuat anak ketagihan dan bersiap-siaplah menjadi lebih dekat dengan balita Anda.
  2. Unggul dalam akademis. Membacakan buku/cerita untuk anak bisa membuat anak unggul di sekolah nantinya? Ya jelas belum tentu, Mommy sekalian. Kalau membacakan buku/ceritanya hanya sekali dua kali. Jangan naif begitulah. Aktivitas membacakan buku/cerita untuk balita, membuat penyerapan lebih tinggi dalam pelbagai bentuk pembelajaran umum sehingga NANTINYA memudahkan para balita belajar saat masuk usia sekolah. Singkirkan dampak instan ya, Mommy!
  3. Kemampuan berbicara dasar. Saat Mommy membacakan buku/cerita, secara tidak langsung balita belajar melafalkan kata-kata yang Anda ucapkan. Hal ini dapat memperkuat pendengaran dan mereka akan menirukan suara yang Mommy pakai dengan gaya mereka sendiri. 
  4. Bagaimana membaca buku. Balita-balita tidak pernah diajari cara membaca sejak lahir seperti membaca dari kiri ke kanan (atau dari kanan ke kiri untuk negara lain), atau membedakan huruf dan gambar. Membacakan buku/cerita pada balita dapat memperkaya ketrampilan dalam hal pra-membaca sebelum mereka masuk usia sekolah formal.
  5. Terampil berkomunikasi. Ketika Mommy menghabiskan waktu untuk membacakan buku/cerita, balita akan lebih mampu mengekspresikan diri dengan cara yang baik dan sehat. Misalnya; dengan melihat karakter dalam buku otomatis terjalin komunikasi antara Mommy dan balita. Mommy bisa bertanya seputar buku yang sedang dibacakan, "Apa warna kapal itu?" atau "Benda apa ini?", dan lain sebagainya.
  6. Menguasai bahasa. "Sepupu itu apa?", "Perbuatan terpuji. Terpuji itu apa, Mommy?" kita kerap menjumpai pertanyaan-pertanyaan yang membuat kepala pusing. Anak-anak belajar kosa kata dari lingkungan sekitar. Bisa lewat televisi, gawai, pembicaraan orang sekitar, dll. Membacakan buku/cerita untuk balita punya manfaat yang sama untuk mengenalkan kosa kata pada anak dengan cara yang efektif. Mommy bisa membacakan buku/cerita sesuai kriteria usia balita sehingga mereka memiliki kosa kata yang beragam dan lebih kaya.
  7. Mampu berpikir logis. "Ayo gosok gigi sama-sama biar gigi tidak berlubang seperti ini". Aktivitas membacakan buku/cerita membuat balita memahami konsep-konsep abstrak, menerapkan logika, mengenali sebab akibat dan memberikan amanat. 
  8. Mudah menyesuaikan diri. Stres tidak hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun bisa stres, terutama bila mendapati dirinya dalam situasi-situasi baru di luar rumah. Hal itu sangat wajar misalnya balita takut diajak ke tempat umum atau bertemu orang-orang baru. Mommy biasanya akan berkata, "Ayo nggak papa, jangan takut!". Situasi semacam itu memang tidak menakutkan bagi orang dewasa kebanyakan, tapi tidak anak-anak. Sebagian dari mereka bisa merasa sangat terancam dengan situasi-situasi baru yang belum pernah mereka jumpai. Membacakan buku/cerita yang berkaitan dengan situasi baru tersebut dapat membantu Mommy untuk meredakan kecemasan yang dialami oleh balita-balita itu. Jadi, jangan kuatir Mommy.
  9. Konsentrasi dan disipin. Balita mudah bosan dan cepat terdistraksi saat Mommy membacakan cerita. Tenang saja, itu bukan hal yang serius. Mereka sebenarnya belajar untuk tetap tinggal sampai cerita selesai dibacakan. Mommy bisa berkompromi, misalnya si balita mau mendengarkan cerita sampai selesai ia akan mendapat reward/hadiah (tidak semua reward efektif, jadi kompromikan dengan jelas dengan balita Anda) untuk melatih kedisiplinan.
  10. Membaca itu menyenangkan. Banyak anak usia sekolah gagal dalam akademis. Mengapa hal itu bisa terjadi? Anak-anak usia sekolah biasanya malas membaca. Kegagalan mengerjakan tugas biasanya diakibatkan karena anak-anak tidak membaca bacaan, apalagi dengan kurikulum sekolah yang ada saat ini. Kebiasaan membacakan buku/cerita, menanamkan kecintaan anak-anak untuk suka pada buku dan bacaan sehingga memudahkan mereka belajar saat masuk usia sekolah. Membaca buka lagi hal berat untuk mereka, tapi menjadi sesuatu yang menyenangkan, bahkan ketika buku yang dibaca buku pelajaran. 
Selamat bercerita dan membacakan buku, Mommy!


Senin, 25 Januari 2016

Tanya Jawab Seputar Klub Baca Primakids

Apa sih Klub Baca Primakids itu?
Klub Baca Primakids merupakan komunitas anak-anak (usia 6-12 tahun) yang suka membaca. Kegiatannya tentu saja membaca (bisa membaca cerita, artikel, atau buku) kemudian berdiskusi. Dilaksanakan setiap Hari Sabtu pukul 16.00 WIB di Primakids Center, Jalan Rambutan I No. 20 Lamper Semarang.

Bagaimana cara menjadi anggota Klub Baca Primakids?
Caranya mudah, datang saja setiap Sabtu saat kegiatan berlangsung. Tidak dipungut biaya kok ;)

Selain membaca, apa saja kegiatan dalam Klub Baca Primakids?
Selain membaca, ada kegiatan fieldtrip yang diadakan sebulan sekali, ada juga kegiatan membuat wayang dan bercerita, serta percobaan sains.

Rumahku jauh dari Primakids Center, gimana dong?
Kalau rumahmu jauh dari Primakids Center, kamu bisa membuat klub baca sendiri di rumah. Untuk tata caranya, kamu bisa menghubungi Primakids Center. Mudah bukan?

Apa manfaat ikut klub baca?
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat dari klub baca. Pertama, kamu punya lebih banyak teman dari berbagai latar belakang. Kedua, kamu jadi lebih fokus dalam membaca, imbasnya kamu lebih mudah belajar di sekolah dan lebih cepat mengerjakan soal-soal pelajaran. Ketiga, pengetahuanmu jadi bertambah. Keempat, kamu belajar jujur dalam berpendapat. Kelima, kamu akan lebih peduli pada lingkungan. Keenam, kamu akan lebih mandiri. Wah, malah mirip kampanye ya? Mending kamu ikutan deh biar bisa merasakan manfaatnya hehe..


Piknik Asyik #1 Klub Baca Primakids

Klub Baca Primakids Sabtu lalu (23/01) mengadakan fieldtrip bertajuk Piknik Asyik #1 ke Klinik Hewan & Petshop Griya Satwa Lestari (GSL) dan Kuil Sam Poo Kong. Kegiatan jalan-jalan ini dilakukan sebagai selingan aktivitas membaca yang rutin dilakukan anggota seminggu sekali. Diikuti oleh 13 anak dan 6 kakak pemandu.

Apa saja sih yang dilakukan peserta Piknik Asyik #1 kali ini? Di Klinik GSL kedatangan kami disambut ramah oleh dokter-dokter dan perawat hewan yang ada di sana. Peserta diajak berkeliling klinik untuk melihat dan merasakan sensasi langsung bagaimana kegiatan yang tiap hari dilakukan oleh dokter dan perawat hewan. Kami diperkenalkan pada ruangan-ruangan di Klinik GSL beserta fungsi-fungsinya; ruang laboratorium, ruang operasi, ruang periksa, ruang rawat inap, dan tempat grooming untuk hewan.

Kemudian kami diajak ke ruangan periksa di mana hewan-hewan sakit mendapatkan pertolongan pertama sebelum perawatan lanjutan. Dokter-dokter di sana sangat ramah dan cekatan dalam menangani hewan lho!

Daffa ikut mengeringkan rambut anjing :D
Nih, teman kami Daffa sedang memprakikkan bagaimana mengeringkan bulu anjing sehabis dimandikan. Perawat di GSL ikut memandu peserta Piknik Asyik #1 agar tidak takut dan gemetaran, hehe.. Setelah itu kami juga diajak ke ruangan rawat inap hewan. Ada banyak kucing dan anjing yang dirawat di sana. Tak hanya hewan yang sakit, hewan sehat pun ada di sana. Kenapa hewan sehat ada di sana? Biasanya, hewan sehat itu dititipkan sehabis vaksin. Ada juga hewan-hewan yang tidak diambil oleh pemilikya selepas sembuh dari sakit. Wah kasihan ya.. Tapi tak masalah, di sana mereka dirawat dengan baik. Selain kucing dan anjing, ada ular dan kura-kura aligator juga di Klinik GSL. Kalau kalian penasaran, silakan berkunjung ke Klinik GSL yang beralamat di Jalan Kumudasmoro Utara 17 Semarang.

Pamitan sembari foto-foto
Yah, saatnya pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Kuil Sam Poo Kong. 




Yuk, kapan kalian gabung di Klub Baca Primakids? Dapatkan pengalaman baru dan teman yang lebih banyak. Banyak baca, banyak jalan-jalan, belajar bukan lagi sebuah beban! 

Jumat, 25 Desember 2015

Sunday Workshop #6: Wayang dan Dongeng


Mengulang kemeriahan Sunday Workshop #2 beberapa bulan lalu dengan tema wayang kontemporer, pada Sunday Workshop #6 kali ini Primakids kembali mengusung wayang kontemporer sebagai media mendongeng. Masih bersama Tim Wayang Tenda Nandang Wuyung, peserta tak hanya dipandu untuk menciptakan wayang kontemporer karya mereka sendiri, namun juga dipantik untuk melakukan pertunjukan dongeng dalam tenda. 

Beginilah situasi workshop yang dilaksanakan 13 Desember 2015 lalu di Studio Primakids:







Sunday Workshop #5: Hydrogel Sebagai Media Tanam


Sunday Workshop #5 mengambil tema hidroponik, mengunggah dan memperkenalkan hydrogel sebagai alternatif media tanam. Diikuti oleh 10 peserta dari berbagai usia (6-12 tahun), workshop kita kali ini dipandu oleh Kak Narindra Wikan Sari (dari UGM) yang selama 3 jam memandu peserta untuk melakukan percobaan tanam dengan hydrogel.

Inilah sekilas kegiatan workshop hidroponik yang dilaksanakan 18 Oktober 2015:




Selasa, 01 September 2015

Sunday Workshop #4; COMING SOON

Poster Sunday Workshop 4
Gadget adalah media permainan anak yang sedang populer belakangan ini. Selain bentuknya yang praktis dan menyajikan ribuan macam permainan untuk anak, gadget dipilih orangtua lantaran minimnya play ground yang tersedia di perkotaan bahkan pedesaan. Banyak alasan mengapa orangua memilih gadget sebagai alternatif pengganti pengasuh. Gadget menuntut anak lebih banyak di rumah dan tidak banyak bergerak sehingga orangtua tidak perlu khawatir anak lecet-lecet dan orangtua bisa berkegiatan sesuka hati.

Tidak ada yang salah dengan gadget. Namun akan lebih baik ketika anak-anak punya alternatif pilihan dalam bermain. Permainan yang melibatkan segala aspek dalam tubuh mereka. Gadget boleh menemani saat sendiri, tapi saat anak-anak bertemu dengan sebayanya akankah lebih baik mereka saling berinteraksi satu sama lain. 

Yuk ikutan Sunday Workshop 4 di Primakids Center. Di sana anak-anak akan dipertemukan kembali dengan permainan-permainan yang sudah banyak ditinggalkan namun ternyata memiliki banyak manfaat untuk perkembangan. Perkaya aktivitas mereka dengan permainan yang tak terlupakan meski kita tinggal di ruang yang terbatas!


Free Trial After School Class

Hasil karya peserta free trial After School Class hari ke-3
Tanggal 27-29 Agustus kemarin, Primakids Center mengadakan free trial untuk anak-anak yang ingin ikut kegiatan After School Class. Apa sih sebetulnya After School Class itu?

After School Class (ASC) adalah program kegiatan seusai sekolah untuk anak TK B - kelas 6 SD, kegiatannya mencakup minat personal masing-masing anak dan aktivitas-aktivitas yang sifatnya memberikan stimulasi bagi perkembangan kognisi, konasi, serta afeksi. Pilihan kegiatan yang disajikan cukup beragam, ada drama, tari tradisional, menggambar, fun english, craft, dan musik.


Senin, 31 Agustus 2015

Primakids Entertainment; Red Party

Primakids Entertainment didaulat mengisi acara pesta ulang tahun Kan-kan yang ke-2. Yuk kita lihat kemeriahan apa saja yang dihadirkan Primakids untuk para undangan!

















After School Class

Free trial telah dilaksanakan tanggal 27-29 Agustus 2015. Bagi yang ingin informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Studio Primakids.



Sunday Workshop 3; Kartu Pos Untuk Pak Gubernur

Ada yang lucu saat Sunday Workshop 3 ini dilaksanakan, anak-anak tidak mengenal apa itu kartu pos saat pemateri menanyakan "Ada yang tahu apa itu kartu pos?". Namun ketika ditanya, "Ada yang tahu apa itu sms?", spontan semua peserta menjawab, "Tahu!!!"

Tema ketiga Sunday Workshop adalah membuat kartu pos. Kenapa kartu pos? Sebab kartu pos adalah media berkirim pesan dan kabar yang saat ini mulai punah digantikan gadget. Tak masalah, Primakids hanya ingin memperkenalkan kartu pos, perangko dan kotak surat pada para peserta sehingga mereka memiliki alternatif berkirim pesan selain lewat e-mail atau sms. 

Kak Nika sebagai pemateri menunjukkan pada peserta jenis-jenis kartu pos. Selain bisa dibeli di toko atau kantor pos, kartu pos kreasi sendiri juga bisa dikirimkan untuk teman terdekat, saudara, atau kenalan kita.

Yuk kita intip teman-teman yang sedang membuat kartu pos kreasi sendiri!

Ardi sibuk menggunting

Drupadi mengukur kertas

Kak Erna membantu salah satu peserta mengukur

Cie semua serius!
Peserta diwajibkan membuat tiga kartu pos. Pertama, untuk Primakids. Kedua, untuk kerabat. Ketiga, untuk Pak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Yuk kita intip lagi gimana sih hasil karya peserta!

Ayu dan kartu posnya

Maryam dan kartu posnya

Nadia dan kartu posnya

Sasa dan kartu posnya

Rahma dan kartu posnya

Drupadi dan kartu posnya

Vika dan kartu posnya

Hana dan kartu posnya

Ardi dan kartu posnya

Daffa dan kartu posnya
Dan inilah balasan kartu pos dari Pak Gubernur untuk peserta Sunday Workshop 3 Primakids!